Sabtu, 17 Mac 2012

TANDA-TANDA MENUJU KEMATIAN

TAZKIRAH

Dari: Sedaka Sejahtera


Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hamba-Nya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walau bagaimanapun, semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja, sedangkan orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah, nyawa mereka ini akan dicabut tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.
Adapun tanda-tanda ini terbahagi pada beberapa keadaan :

1. Tanda 100 Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hamba-Nya dan hanya akan disedari oleh mereka- mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sedar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu ‘Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.

Contohnya seperti daging sapi yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan- akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sedar dan berdetak di hatinya bahawa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

2. Tanda 40 Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu ‘Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas ‘Arasy Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

3. Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit dimana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

4. Tanda 3 hari

Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui / difahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

5. Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu ‘Asar dimana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di bahagian ubun-ubun dimana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu ‘Asar keesokan harinya.

6. Tanda akhir

Akan berlaku keadaan dimana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Penutup

Sesungguhnya marilah kita bertakwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita termasuk di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda- tanda kematian ini; semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan baik dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri, dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Namun demikian, sesuai dengan sifat Allah SWT Yang Maha Kuasa lagi Pemurah, Maha Pengasih, maka diriwayatkan bahawa tarikh kematian seseorang manusia itu masih dapat diubah dengan amalan doa, baik doa dari kita sendiri maupun doa dari orang lain. Namun hal ini adalah ketentuan Allah SWT semata-mata.

Oleh kerana itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan waktu dan kesehatan tubuh / badan dan juga fikiran dalam sedaya-upaya kita untuk mencari keredhaan Allah SWT di dunia mahupun akhirat kelak.

Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.
Wallahu a’lam…

Sebuah hadis Nabi s.a.w yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas r.a, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya

“Bahawa malaikat maut memerhati wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang sedang gelak ketawa.

Maka berkata Izrail: Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok bergelak ketawa.”

Manusia tidak akan sedar bahawa dirinya sentiasa diperhati oleh malaikat maut, kecuali orang-orang soleh yang sentiasa mengingati mati.

Golongan ini tidak lalai dan sentiasa sedar terhadap kehadiran malaikat maut, kerana mereka sentiasa meneliti hadis-hadis Nabi s.a.w yang menjelaskan mengenai perkara-perkara ghaib, terutama mengenai hal ehwal mati dan hubungannya dengan malaikat maut.
Setiap yang bernyawa pasti akan merasai mati sebagaimana firman Allah SWT

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasai mati, ”
(Al-Imran :185)

Jadi bermula hari ini gunakanlah peluang yang berbaki untuk beramal soleh, berazamlah serta panjatkan doa agar kita mati dalam keadaan Husnul khatimah –
seelok-elok Kesudahan/kematian” dan mohon juga dari Allah dijauhkan kesudahan yang tidak baik.

1 hari = 24 jam = 1440 minit
1440 minit / 70 (ziarah Izrail) = 20.571 minit.

Ini bermakna malaikat maut menziarahi kita setiap 21 minit, Subhanallah.. Allahu Akbar.

Dari Allah kita datang dan kepada-Nya kita dikembalikan..

Wallahualam

Rabu, 7 Mac 2012

SOAL JAWAB TENTANG ZAKAT


IBADAH

Muhammad Zen, MA


Saya mempunyai beberapa pertanyaan mengenai zakat diantaranya :

1. Saya sebelumnya membeli tanah yang akan digunakan untuk bisnis, tapi dikarenakan suatu hal maka transaksi batal, tetapi pemilik tanah tersebut tidak bisa belum bisa mengembalikan uang saya yang telah masuk sebanyak 250juta, dan akan dikembalikan kepada saya sebanyak 196juta. apakah saya harus tetap menzakatkan uang tersebut dimana uang tersebut tidak didalam kekuasaan saya.

2. Seperti yang saya pahami sebelumnya mengenai zakat mal / harta, zakat berupa emas itu hanya dizakatkan hanya sekali saja jika telah mencapai nisab dan kepemilikan telah berlangsung selama setahun... melihat jawaban ustadz mengenai zakat saya mengambil kesimpulan bahwa seluruh harta baik yang dimiliki telah lebih setahun dan telah dizakatkan, akan wajib pula dizakatkan pada tahun berikutnya.

3. Dalam bisnis tentunya ada modal, jika modal tersebut telah dizakatkan pada tahun sebelumnya, apakah pada tahun berikutnya modal tersebut harus dizakatkan pula? karena selama ini saya hanya membayar zakat dari keuntungan saja dimana modal yang saya sertakan telah saya zakatkan.

4. Berkenan kiranya ustadz merekomendasikan buku2 yang berkenaan dengan zakat, karena pengetahuan mengenai zakat hanya saya terima dibangku sekolah yang sebelumnya saya kira itu cukup untuk pengetahuan saya dalam menunaikan kewajiban2 saya

Terima kasih ustadz saya tunggu jawabannya secepatnya, karena tidak menunaikan zakat besar konsekwensinya

JAWAPAN:

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya yang luar biasa dan kerap kali mengikuti hasil jawaban konsultasi zakat. Semoga kesadaran berzakat kita semakin meningkat dan besar pahalanya di sisi Allah Swt. Amin

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati " (QS. Al Baqarah (2): 274)

1. Syeikh Yusuf Qardhawi menjelaskan untuk penjualan rumah beliau mengqiaskan dengan zakat pertanian yaitu dikeluarkan zakatnya saat menghasilkan uang/keuntungan ketika menjualnya dengan prosentase 5 % atau 10 % dari total penjualan rumah. Demikian juga Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskan tentang rumah apabila menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh baik dengan disewakan/dijual maka wajib dizakati.

Senada juga Syaikh Ibnu Baz dalam, "Fatawa Az-Zakah" menjelaskan jika rumah dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakan yang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya. Hal inilah yang pernah dibahas pada mu’tamar ulama Islam kedua di Kairo, bahwa ada kewajiban zakat pada keuntungan atau hasil pendapatan penjualan rumah kalau sudah mencapai nishab dan ditunaikan saat menjual rumah.
Salah satu bentuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harta kekayaan dagang.

Namun bagaimana dengan orang yang menjual sesuatu misalnya rumah atau kendaraan tapi bukan dengan niat berdagang. Menurut para ulama, bahwa salah satu syarat orang yang berdagang adalah mereka menjual sesuatu dengan niat berdagang. Adapun orang yang menjual sesuatu tanpa niat berdagang dan ia hanya menjual barang pada waktu itu saja ia tetap harus membayar zakat dari harta yang telah ia dapatkan dengan syarat memenuhi nishab.

Bagaimana kalau harta/uang bapak masih dalam penguasaan orang lain? Para ulama fikih menjelaskan dan mengklasifikasikan model piutang dalam dua macam: Pertama ; piutang yang diharapkan dibayar. Yaitu piutang atau harta bapak yang masih ada pada penguasaan orang lain dan Bapak yakin bahwa mereka mampu melunasinya. Piutang seperti ini disebut sebagai piutang baik yang harus dibayar zakatnya oleh Bapak setiap tahun. Kedua; piutang yang tidak dibayar. Yaitu yang ada pada seorang yang mengingkari utangnya dan Bapak tidak yakin bahwa uang tersebut kembali sebab kesulitan finansial dan moral yang jelek sehingga mereka tidak mampu melunasinya. Piutang seperti ini disebut dengan piutang yang meragukan yang tidak wajib dizakati kecuali setelah benar-benar diterima. Ketika itulah wajib dibayar zakatnya untuk tahun yang berjalan saja walaupun telah sekian tahun berada di tangan si peminjam/orang lain.

Hal inilah yang juga dijelaskan oleh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya “Fiqh al-Islam wa adillatuhu” bahwa harta benda yang sudah mencapai nishab dan sedang dihutangkan kepada orang lain/masih dalam penguasaan orang lain (dan Bapak yakin uang tersebut bisa dikembalikan) sudah cukup nishab, maka wajib dizakati.

2. ”..dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” (QS. At-Taubah (9): 34)

Betul Bapak Andy Darmawan terimakasih sudah membacanya, hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah yang menjelaskan semua harta yang sudah dizakati tahun ini kemudian tahun depan cukup nisab maka tetap wajib zakat. Sebagaimana peringatan Rasul kepada pengelola harta anak yatim hendaknya dikelola dengan baik atau dikembangkan harapannya harta tersebut tidak habis dimakan zakat yang ditunaikan setiap tahunnya jika cukup nisab. Sabda Nabi Muhammad Saw: "Barangsiapa mengurusi anak yatim yang memiliki harta, maka hendaknya dia berdagang (dengan harta tersebut) untuk anak yatim tersebut, dan jangan membiarkan harta tersebut hingga dimakan oleh zakat." (HR. Tirmidzi)

3. Dalil atas wajibnya zakat perdagangan adalah Allah berfirman yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (Al-Baqarah: 267)

Imam Tabari dalam kitabnya Tafsir at-Tabari (jilid V:555-556) mengatakan dalam menafsirkan ayat ini bahwa maksud ayat ini adalah, “Zakatkanlah sebagian yang baik yang kalian peroleh dengan usaha kalian, baik melalui perdagangan atau pertukangan, yang berupa emas dan perak”. Menurut ulama-ulama fiqih bahwa yang dimaksud dengan barang dagangan adalah barang yang diperjual belikan dengan maksud mencari keuntungan. Rasulullah Saw memerintahkan kita agar mengeluarkan zakat dari segala yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan. Sebagai mana beliau bersabda:” Bayarlah zakat kekayaan kalian” (HR. Turmizi)

Menurut ulama fiqih modal dalam usaha yang tidak bergerak seperti rumah, tanah, perabotan, gergaji dan kendaraan apabila dipakai sendiri tidak disewakan/dijual dan hanya dijadikan perlengkapan sendiri dalam usaha maka tidak ada zakat. Sebab, barang tersebut tidak bergerak dan tidak menghasilkan keuntungan. Kecuali jika harta tersebut disewakan/direntalkan atau dijual yang menghasilkan uang, apabila cukup nishab maka wajib zakat. Berbeda jika barang tersebut bergerak atau rumah itu menghasilkan uang dengan disewakan atau dijual, maka wajib zakat.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fiqh az=Zakat menjelaskan zakat hasil usaha wajib dizakati setelah dikurangi dengan kewajiban, seperti hutang dan pajak. Modal dagang yang ditekankan wajib zakat adalah berupa kekayaan cair atau bergerak. Sedangkan bangunan, timbangan, kendaraan dan perabot toko tak bergerak yang tidak diperjual-belikan dan tidak bergerak tidak termasuk yang dizakati. Berdasarkan penjelasan tersebut, jelas berarti keuntungan yang didapat pak Andy dihitung dengan ditambahkannya modal perdagangan bukan hanya keuntungannya saja. Kecuali usaha Bapak dalam bidang jasa yang dihitung adalah pendapatan/keuntungan saja.

Contoh:
Perdagangan (usaha rental komputer) Bapak Andy yang tercampur antara modal dengan kebutuhan rumah tangga Pada bulan Muharram 1431H.
o Perkiraan Pendapatan atau keuntungan selama setahun (A) : Rp. 40.000.000,-
o Uang kas (B): Rp. 5.000.000,-
o Utang yang dapat ditagih (C) : Rp. 3.000.000,-
o Tabungan dari hasil transaksi usaha (D) : Rp. 4.000.000,-
o Hutang jatuh tempo yang harus dibayarkan untuk gaji dan kredit motor dan laptop (E) @ Rp. 1.000.000,-/perbulan = Rp. 12.000.000,-

Setelah haul satu tahun, maka perhitungan zakat perdagangannya sebagai berikut :
{(A+B+C+D)-E)}=Rp. 52.000.000-Rp.12.000.000=Rp. 40.000.000
Zakatnya adalah ; Rp. 40.000.000 x 2,5% = Rp. 1.000.000 (dalam setahun), atau Rp. 83.333 (kalau ingin diangsur perbulan ulama memperbolehkannya)

Menurut Syeikh Abdurrahman Isa dalam kitabnya “al-Mu’âmalah al-Hadîtsah Wa Ahkâmuha”, mengatakan cara pengeluaran zakat perdagangan yaitu apabila perdagangan telah mencapai nisab (85 gram emas) dan haul (satu tahun) sehingga dapat mengeluarkan zakatnya pada setiap akhir tahun. Dr. Yusuf Qordhowi menjelaskan zakat perdagangan bisa dilaksanakan setahun sekali atau sebulan sekali, atau berapa bulan sekali, terserah kepada kita. Sekiranya takut memberatkan kalau ditotal selama setahun, zakat bisa diangsur perbulan sekali jika ditotal seluruhnya setahun besar zakat yang dikeluarkan sama.

Jumhur ulama berpendapat zakat wajib atas benda yang diniatkan untuk perdagangan. Hadits yang mendasari kewajiban menunaikan zakat ini adalah : "Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang." ( HR. Abu Dawud ) Sabda Rasulullah s.a.w.: "Kain-kain yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya." (HR.Al Hakim)

Maksud untuk memperdagangkan mengandung dua unsur tindakan dan niat. Tindakan adalah perbuatan membeli dan menjual, sedangkan niat adalah maksud untuk memperoleh keuntungan. Sehingga perhitungan zakat perdagangan dengan perhitungan modal ditambah keuntungan. Jika sudah ditotal modal dan keuntungan dalam setiap tahunnya ternyata lebih dari nisab harga @se-gram emas sekarang Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000 maka dikali 2,5% (wajib zakat setiap tahunnya). Tetapi kalau kurang dari nisab maka tidak wajib zakat. Jelasnya, zakat perdagangan dihitung dari laba bersih usaha setelah dipotong operasional dan gaji. Di mana aktiva lancar dikurangi kewajiban jangka pendek. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Volume zakat = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) –
(hutang-kerugian) x 2,5 %

4. Buku-buku tentang zakat banyak sekali yang bisa dijadikan bahan bacaan baik yang ditulis dari orang luar negri maupun dalam negri diantaranya karya Dr. Yusuf Al-Qardhawi yang sudah diterjemahkan “Hukum Zakat”, Prof. Dr. Wahbah Az-Zauhaili “Fiqh Zakat dalam dunia Modern”, Didin Hafiduddin, “Zakat dalam Perekonomian Modern”, Taufik Ridho “ Zakat Profesi dan Perusahaan”, Muhammad Zen “24 Hours of Contemporary zakat” dan masih banyak lagi penulis lain yang dapat dijumpai. Selamat mencari dan mempelajari buku zakat. Semoga Allah memberikan kemudahan dalam mempelajarinya. Amin

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka zakat perdagangan dihitung setiap tahunnya dari modal, keuntungan, piutang dan dikurangi hutang yang dapat ditunaikan langsung saat mencukupi nishab, apabila tidak cukup nishab maka tidak ada kewajiban zakat dan sangat dianjurkan untuk sedekah atau berinfak sebab hidup kita akan lebih berkah dan bermanfaat.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallahu A’lam.


Jumaat, 17 Februari 2012

SEPULUH SURAH MUSTAJAB DARI RASULULLAH...


FADHILAT 'AMAL


1. SURAH AL-FATIHAH

Amalkan membaca Surah Al-Fatihah semasa hendak tidur diikuti dengan membaca Surah Al-Ikhlas 3 kali, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas. Insya'Allah akan aman tenteram dan terjauh daripada gangguan syaitan.

Dianjurkan juga membaca surah ini sebanyak 44 kali untuk mengubati sakit mata, perut, gigi dan lain-lainnya dengan izin Allah s.w.t.

Untuk mencegah kemarahan Allah, bacalah surah ini sebanyak 17 kali sehari iaitu dengan mengerjakan solat 5 waktu.

2. SURAH YAASIN


Telah bersabda Rasulullah s.a.w., sesungguhnya bagi setiap sesuatu itu ada hati, dan hati Al-Qur'an ialah Surah Yaasin iaitu jantung Al-Qur'an. Sesiapa yang membaca Surah Yaasin, nescaya dituliskan oleh Allah pahala menyamai sepuluh kali membaca Al-Qur'an seluruhnya. (Hadis riwayat At-Tarmizi dari Anas r.a.)

Rasulullah s.a.w. juga bersabda : Surah Yaasin dinamakan di dalam kitab Taurat dengan sebutan "At-Mu'ammah" (yang umum), yang mengumumkan pembacanya dengan kebaikan dunia dan akhirat, menanggung segala bala baik dari kesusahan di dunia mahu pun akhirat.

Pembaca juga akan dilindungi dari setiap keburukan dan kejahatan serta segala hajat dan kemahuan akan Allah kabulkan.

Jika dibaca dalam satu malam semata-mata mengharapkan keredaan Allah, nescaya Allah akan mengampunkan dosanya. (Hadis riwayat Malik, Ibnu-Sunni dan Ibnu Hibban). Surah Yaasin ni juga jika diamalkan, akan terselamatlah kita dari kehausan di hari KIAMAT.

3. SURAH AT-DHUHAN

Dibaca sekali pada malam Jumaat agar kita terselamat dari huru hara di Padang Mahsyar.

4. SURAH AL-WAQI'AH

Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca Surah Al-Waqi'ah pada tiap-tiap malam, insya'Allah tidak akan merasai kepapaan.

Mereka yang membacanya sebagai wirid, insya'Allah akan beroleh kesenangan selama-lamanya. Mereka yang membacanya sebanyak 14 kali setiap lepas solat As ar, insya'Allah akan dikurniakan dengan rezeki yang banyak.

Selepas solat Isyak, ambillah segelas air lalu bacalah Surah Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqi'ah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Dalam hati, niat untuk menjaga kecantikan diri dan kebahagiaan rumahtangga kita.

Makna Surah Al-Waqi'ah Ayat 35-38 ialah : "Sesungguhnya, Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa. Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya dengan umurnya.

5. SURAH AL-KHAUTHARAR

Sesiapa yang mengamalkan membaca surah ini sebanyak 1,000 kali, maka Allah s.w.t. akan menghasilkan hajatnya termasuk rezeki dan kenaikan pangkat. Sesiapa yang membaca 1,000 kali juga selepas solat Isyak hingga dia tertidur, insya'Allah dia dapat melihat Rasulullah s.a.w. dalam tidurnya.

6. SURAH AL-KHAAFIRUUN

Sesiapa yang membaca Surah Al-Khaafiruun, maka bandingannya seperti membaca seperempat Al-Qur'an, disamping terlepas dari syirik, terjauh dari godaan syaitan dan terlepas dari peristiwa yang mengejutkan (Riwayat At-Tarmizi). Sebelum tidur, bacalah surah ini agar kita mati dalam iman serta membersihkan kotoran dalam diri kita.

7. SURAH AL-MULK

Sebuah lagi Surah dari Al-Qur'an iaitu Surah Al-Mulk mempunyai fadhilat dan faedah yang amat besar bagi sesiapa yang mengamalkan membacanya.

Menurut beberapa hadis Rasulullah s.a.w., mereka yang mengamalkan membaca akan surah ini, akan mendapat syafaat dan keampunan dosa-dosanya. Mereka yang membacanya pada setiap malam, insya'Allah, akan terselamat dari azab kubur..

8. SURAH AL-IKHLAS

Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada isteri kesayangan baginda, Siti Aisyah, antara mafhumnya : "Wahai Aisyah isteri ku, sebelum kamu tidur, khatamlah dulu Al-Qur'an." Siti Aisyah lalu berkata, "Wahai suami ku, saya tidak mampu khatam Al-Qur'an sebanyak 30 juzuk itu." Apabila mendengar kata-kata Siti Aisyah tersebut, Rasulullah s.a.w. sambil tersenyum lalu menjawab, "Barangsiapa yang membaca 3 kali sebelum tidur, seolah-olah ia telah khatam Al-Qur'an keseluruhannya. "

Dari Rasulullah s.a.w.. pernah bersabda kepada Saidina Ali r.a., "Sesiapa hendak pergi musafir, kemudian ketika dia hendak meninggalkan rumahnya, ia membaca surah Al-Ikhlas 11 kali, maka Allah memelihara rumahnya sampai ia kembali.

Ibnu Said Al-Khanafi menerangkan : "Surah ini dinamakan Surah Al-Ikhlas, ertinya bersih atau lepas. Maka barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya dengan hati yang ikhlas, maka ia akan dilepaskan kesusahan duniawi, dimudahkan di dalam gelombang sakratulmaut, dihindarkan dari kegelapan kubur dan kengerian hari kiamat."

9. SURAH AL-FALAQ

Siti Aisyah menerangkan : "Bahawa Rasulullah s.a.w. pada setiap malam apabila hendak tidur, Baginda membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas lalu ditiupkan pada kedua telapak tangan, kemudian disapukan keseluruh tubuh dan kepala.

Barang siapa terkena penyakit kerana perbuatan syaitan atau manusia, hendaklah membaca Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 41 kali selama 3 hari, 5 hari atau 7 hari berturut-turut.

Barang siapa yang takut akan godaan syaitan dan manusia, takut dalam kegelapan malam atau takut dengan kejahatan manusia, bacalah Surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebanyak 100 kali.

10. SURAH AN-NAS

Surah An-Nas adalah surah yang terakhir (ke-114) dalam Al-Qur'an. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang bermaksud manusia.

Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah ini adalah bagi menganjurkan manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan baik yang berasal dari golongan manusia mahu pun jin. Surah An-Nas ini juga adalah penerang hati.

Ahad, 5 Februari 2012

KONSEP AL WASATIYYAH


UMUM

Oleh: Tuan Guru Abdul Hadi Awang


Mutakhir ini perkataan al-Wasatiyyah diwar-warkan, menggantikan slogan Islam Hadhari yang ditenggelamkan entah di mana dan tidak diketahui sampai ke mana. Jangan terjebak dengan apa yang disebut oleh ucapan Sayyidina Ali K.W.

كلمة حق أريد بها باطل

(Kata-kata yang benar dijadikan tujuannya kebatilan)

Kebenaran yang mutlak tanpa dipertikaikan ialah kenyataan daripada Allah. Marilah kita berpegang kepadanya.

Firman Allah (maksudnya):

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang wasatun, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad S.A.W) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (Surah al-Baqarah: 143)

Dari sini bertolaknya konsep al-Wasatiyyah. Perkataan al-Wasatiyyah (الوسطية) dalam bahasa Arab adalah daripada perkataan al-Wasat(الوسط) yang diterjemahkan dari segi bahasa dengan makna pertengahan. Seterusnya diistilahkan dari segi Islam dengan maksud adil, sederhana dan terbaik.

Apabila menafsirkan al-Quran dan menghuraikan hadith daripada perkataan al-Wasat adalah tidak tepat dengan makna zahir bahasanya sahaja, sehingga membawa maksud pertengahan di antara baik dan buruk secara bercampur aduk atau adil dan zalim sama-sama dilakukan, dengan maksud boleh dikumpulkan benar dan salah, makruf dan munkar, buat baik dan buat maksiat kerana mesej Islam yang bersumberkan al-Quran dan ditafsirkan oleh sunnah Rasulullah S.A.W membawa mesej pelaksanaan kebaikan yang terbaik dengan betul dan istiqamah serta meninggalkan segala kemunkaran dan mencegahnya secara hikmah.

Ramai yang mengambil kesempatan meninggalkan syariat Allah dengan sengaja, berselindung di sebalik menafsirkan al-Wasatiyyah dengan hujjah, kononnya mengikut kehendak semasa, dengan cara tidak istiqamah mengikut perintah Allah dan sunnah Rasulullah S.A.W dengan bergantung kepada terjemahan dari segi zahir bahasanya sahaja yang bermakna pertengahan di antara baik dan buruk, adil dan zalim, makruf dan munkar dalam keadaan mencampur adukkan kebaikan dan keburukan atau melaksanakan Islam secara terpilih, bukan keseluruhannya kerana mengikut langkah-langkah syaitan atau beramal dengan sebahagian dan meninggalkan sebahagian lagi, laksana kaum Yahudi yang dimurka Allah (al-maghdub alaihim), atau mengikut kemahuan sendiri laksana penganut ajaran sesat (al-dallin), tanpa usaha yang bersungguh-sungguh melaksanakan mesej umat terpilih dengan menegakkan makruf dan menentang kemunkaran atau tidak bercita-cita melaksanakan Islam sepenuhnya, dibuktikan dengan lebih setengah abad berpeluang mendapat kuasa politik memegang amanah.

Sederhana bukan beramal dengan Islam tanpa kesungguhan atau tidak melampau sehingga menyerah kalah, tanpa perhitungan sempadan nilai yang sebenar daripada hukum Allah dan matlamat kejadian manusia dan fitrahnya mengikut penciptanya sendiri iaitu Allah S.W.T, sehingga meninggalkan syariat Allah yang asasi, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, meninggalkan kewajipan beramal dengan syariat Allah serta tidak sempurna melaksanakan Amar Makruf dan Nahi Munkar. Allah memberi amaran kapada kaum Bani Israil yang dimurka sehingga hari kiamat, supaya menjadi pengajaran kepada umat Islam.

Firman Allah (maksudnya):

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.(Surah al-Baqarah: 42)

Apabila Islam keseluruhannya adalah panduan dan petunjuk jalan serta batas sempadan perjalanan kehidupan manusia, jika meninggalkannya atau pelaksanaannya tidak sempurna, menyebabkan berlakunya banyak perkara-perkara yang merosakkan kehidupan manusia dan alam sekelilingnya, maka Islam pula yang dipersalahkan.

Perlu difahami bahawa setiap aspek ajaran Islam yang berkait dengan akidah dengan setiap rukun dan cabangnya, syariat dalam segala urusannya, akhlak dalam segala hubungannya dan sistem pelaksanaannya secara menyeluruh adalah mata rantai yang tidak boleh dipisahkan atau dikurangkan.

Zahir ayat Ummat Wasatiyyah tersebut menegaskan bahawa umat Islam dijadikan contoh di kalangan seluruh manusia dan layak menjadi saksi bagi pihak Rasul terhadap manusia pada hari kiamat kelak, bahawa para Rasul telah menyampaikan petunjuk Allah yang bernama Islam dengan amanah dan sempurna, sehingga mengharungi perjuangan bersama Rasul atau meneruskan perjuangannya yang penuh pengorbanan harta dan jiwa raga, bagi mengislamkan manusia dalam seluruh cara kehidupannya dari dunia dan berwawasan hari akhirat, bukan sekadar wawasan 2020.

Mengikut kaedah ilmu tafasir, al-Quran hendaklah ditafsirkan mengikut keutamaan. Sekiranya ada ayat-ayat al-Quran sendiri yang menafsirkan al-Quran hendaklah didahulukan, kemudian diikuti dengan sunnah Rasulullah S.A.W yang menafsirkan al-Quran, seterusnya diikuti dengan tafsir para ulama sahabat yang menerima secara berdepan dan menyaksikan tafsiran Rasulullah S.A.W secara menghayatinya, kemudian tafsir para ulama salaf dan khalaf (generasi awal dan mutakhir) yang menafsirkan al-Quran mengikut Ulum al- Quran (Ilmu-Ilmu alat bagi memahami al-Quran). Begitulah caranya al-Quran ditafsirkan dengan tepat, mengikut perintah Allah dan petunjuknya melalui Rasulullah S.A.W supaya diamalkan dengan berdasarkan iman. Kalau tidak maka tafsirnya salah dan berdosa besar atau menyeleweng sehingga sesat dan menyesatkan. Kalangan ulama yang mengambil pendekatan begitu adalah mengambil contoh golongan ahli kitab yang dimurka Allah (al-Maghdub alaihim dalam surah al-Fatihah) atau ulama jahat.

Firman Allah menunjukkan adanya kalangan ulama seperti ini (maksudnya):

Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurut hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya dihulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.(Surah al-A’raf: 175-177)

Para ulama tafsir menceritakan ayat-ayat ini berkait dengan ulama yang disuap dengan kesenangan dunia sehingga sanggup memutar belit ayat-ayat Allah.

Al-Quran tidak boleh diseleweng dan dipermainkan kerana tetap dipelihara oleh Allah. Al-Quran itu hendaklah ditafsirkan mengikut ilmu-ilmu yang berkait dengannya iaitu ilmu-ilmu bahasa Arab seperti nahu, saraf, balaghah, sastera Arab kerana al-Quran itu diturunkan dalam bahasa Arab. Ilmu asbab al-nuzul (sebab-sebab turunnya ayat), nasikh dan mansukh dan juga ilmu riwayat dan dirayat.

Maka tafsiran Wasatiyyah yang tepat hendaklah mengikut hakikat kerasulan dan ajaran Islam seluruhnya. Ia adalah daripada petunjuk al- Quran supaya umat Islam menjadi umat yang adil dan pilihan dengan beriman, beramal dan berakhlak dengan Islam, sehingga menjadi contoh kepada umat manusia seluruhnya. Mereka juga layak menjadi saksi atas perbuatan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan menentang para Rasul, apabila semuanya menghadapi pembicaraan dalam mahkamah di akhirat.

Hakikat umat Islam yang menjadi contoh ditengah masyarakat manusia itu dijelaskan oleh ayat-ayat al-Quran yang lain bagi memenuhi ciri Ummah Wasatan yang layak menjadi contoh kepada seluruh umat manusia dan saksi pada hari kiamat, antaranya firman Allah (maksudnya):

Kamu adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(Surah Ali Imran: 110)

Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (8) المائدة

(Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang-orang yang bangun menegakkan agama Allah kerananya (dengan ikhlas), supaya menjadi para saksi dengan adil, dan janganlah dengan sebab kamu bermusuh terhadap sesuatu kaum lalu kamu tidak berlaku adil Berlaku adillah, kerana lebih hampir kepada sifat taqwa dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha teliti pengetahuannya terhadap apa-apa yang kamu lakukan). (Surah al-Maidah: 8)

Rasulullah S.A.W memulakan pembangunan insan generasi awal yang pertama menjadi contoh Ummatan Wasatan dengan menegakkan iman, amal soleh dan akhlak yang mulia, bersumberkan ilmu daripada Allah. Apabila ditawarkan melalui Abu Talib yang paling disegani menjadi Raja atau Ketua dengan harta kekayaan dikumpulkan untuknya, tawaran yang mahal ini ditolak dengan tegas, sabdanya :

يا عم والله لو وضعوا الشمس في يمينى، والقمر في يسارى على أن أترك هذا الامر حتى يظهره الله، أو أهلك فيه ما تركته .

السيرة النبوية لابن كثير - (ج 1 / ص 474)

(Wahai bapa saudara kesayanganku, sekiranya diletakkan matahari di kananku dan bulan di kiriku, supaya aku meninggalkan urusan ini (menegakkan Islam) sehingga dimenangkan oleh Allah atau aku mati kerananya nescaya aku tidak meninggalkannya).

Al-wasatiyyah dalam agama dan sistem cara hidup

Kedatangan Rasulullah S.A.W membawa Islam agama Allah adalah kesinambungan risalah para Rasul sebelumnya, setelah ajaran Rasul terdahulu dipesong menjadi sesat. Dua agama samawi, Yahudi dan Kristian yang terserlah sudah dipinda dan diubah oleh para pendeta dan paderi yang bersekongkol dengan kerajaan yang zalim di zaman masing-masing, sehingga berlaku penindasan agama terhadap masyarakat dengan mengadakan hukum yang tidak diizin oleh Allah.

Agama yang tidak samawi pula lebih sesat, sehingga menjadikan manusia memuja makhluk seperti batu dan binatang yang tidak berakal, serta menyanjung para sami seperti Tuhan. Islam berada ditengah-tengah penyelewengan agama, membawa Aqidah Tauhid mengesakan Allah dalam ibadah dan cara hidup, menentang penyelewengan agama samawi dan tidak samawi. Menentang agama yang menjadikan manusia seperti malaikat dan meletakkan manusia seperti binatang dan lebih rendah daripada binatang dan makhluk yang lain.

Berdasarkan firman Allah (maksudnya):

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam (manusia), Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.(Surah al-Israk: 70)

Islam meletakkan manusia mengikut konsep Wasatiyyah, ada ruh berhubung dengan Tuhan tidak seperti malaikat, ada jasad dan hawa nafsu tidak seperti binatang dan boleh bergerak tidak seperti batu dan kayu.

Islam juga tidak melampau seperti Kristian yang memuja Rasul sehingga diletakkan setaraf ketuhanan dan tidak seperti Yahudi yang menolak Rasul dengan keras sehingga membunuhnya dan meminda ajarannya mengikut hawa nafsu.

Maka Islam adalah wasatiyyah di kalangan agama, kerana meletakkan manusia mengikut fitrahnya dengan tepat dan terbaik mengikut ketentuan Allah, sekiranya manusia itu berpegang dengan Islam dan beramal sepenuhnya dalam cara beragama, bukan dengan makna agama secara sekularisme.

Dalam aspek politik, wujudnya pemerintahan diktatur (kuku besi) yang memberi kuasa mutlak kepada seseorang atau kumpulan. Kemudiannya lahir amalan teokrasi yang memberi kuasa mutlak kepada ahli agama, dan demokrasi Barat yang dikatakan hak kepada rakyat secara mutlak. Maka Islam berbeza dengan semua teori tersebut dengan menyerlahkan wasatiyyah menentang diktatur dan teokrasi serta menentang penipuan terhadap rakyat di atas nama hak rakyat tanpa mengira jahil dan terdesak, dengan menyatakan batas sempadan ketaatan kepada pemimpin dan para ulama dan hak rakyat dengan tidak memberi kuasa mutlak kepada sesiapa.

Meletakkan batas sempadan perkara-perkara kemampuan manusia dan di luar kemampuan manusia. Islam menegaskan syarat iman, ilmu dan akhlak mengikut perhitungan agama yang adanya muhasabah halal dan haram, serta dosa dan pahala dalam amalan politik, bukan sahaja dalam perkara ibadat, kerana Islam tidak memisahkan politik daripada agama. Menerima apa yang baik dan bijaksana walaupun datang daripada mana tanpa mengira timur dan barat, dan menolak yang buruk dan jahat walaupun dilahirkan di bumi Makkah.

Dalam aspek ekonomi pula Islam menentang teori kapitalisme yang membebaskan hak individu sehingga mengorbankan hak masyarakat dan menentang komunisme dan sosialisme yang merampas hak individu di atas nama keadilan terhadap masyarakat, dan semua teori tersebut berteraskan kebendaan samada memisahkan kewajipan agama dalam ekonomi atau menafikan adanya peranan agama dalam kehidupan manusia.

Islam mengizinkan miliki harta dan mengurusnya, tetapi wajib menunaikan kewajipan bermasyarakat dengan zakat dan lain-lain.

Firman Allah (maksudnya):

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.(Surah az-Zariyat: 19)

Islam juga memerintahkan supaya membelanjakan harta secara sederhana, tidak boros dan tidak bakhil. Firman Allah (maksudnya):

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (bakhil) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (boros) kerana itu kamu menjadi tercela dan menyesal.(Surah al-Israk: 29)

Dalam kehidupan berkeluarga Islam tidak seperti agama yang mengharamkan paderi dan saminya berkahwin seperti malaikat dan ajaran yang membebaskan pergaulan seperti binatang, kerana kedua-duanya bertentangan dengan fitrah manusia. Maka Islam menetapkan hukum berkeluarga bermula daripada pertunangan, sehinggalah perkahwinan, nafkah dan perceraian.

Islam juga menetapkan ajaran yang berkait dengan adab pergaulan dalam keluarga dan masyarakat yang luas, daripada hukum berpakaian sehingga hukum bergaul dan bermuamalat, bagi menjaga akhlak manusia dan keharmonian kehidupan mereka.

Bagi menjaga agama, nyawa, akal, keluarga, maruah dan harta yang menjadi rukun kehidupan manusia maka Allah mewajibkan undang-undang jenayah, qisas dan hudud secara nas dalam hanya beberapa perkara yang tidak boleh dicapai oleh akal manusia yang tetap bersifat makhluk yang lemah. Bagi perkara-perkara yang boleh dicapai dengan ilmu dan pengalaman, maka Islam mengizinkan kebijaksanaan akal dan pengalaman dengan panduannya.

Islam juga berkonsepkan al-Wasatiyyah dalam hubungan antarabangsa, perdamaian adalah konsep pertama yang wajib didahulukan, dalam masa yang sama mengakui bahawa adanya peperangan yang menjadi fitrah manusia, kerana adanya perbezaan yang membawa pergeseran dan wujudnya manusia yang menjadi pengikut syaitan yang wajib ditentang dengan cara peperangan apabila diceroboh dengan zalim, tetapi diharamkan melampau menggunakan senjata, ketika berperang dan selepasnya walaupun mencapai kemenangan.

Firman Allah (maksudnya):

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, kerana sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.(Surah al-Baqarah: 190)

Islam mendahulukan perdamaian

Firman Allah (maksudnya):

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dan jika mereka bermaksud menipumu, Maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindungmu). Dialah yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mukmin.(Surah al-Anfal: 61-62)

Al-Wasatiyyah dalam hubungan antarabangsa bermakna wajib berlaku adil di masa damai dan perang, tidak menyerah kalah terhadap kezaliman dan tidak melampau apabila bertindak.

Al-Wasatiyyah mengikut al-Quran dan sunnah Rasulullah S.A.W menjadi ikutan adalah tetap, teguh dan istiqamah, bukan slogan politik sementara seperti Islam hadari, bersih cekap dan amanah, kepimpinan melalui teladan, yang pelaksanaannya tidak cukup dan tidak berpijak di bumi nyata, tenggelam dalam gejala keruntuhan yang tidak mampu dibaiki dengan islah kerana prinsip yang salah dan konsep yang tempang dan didatangi masalah baru yang bertalu-talu.

Makna wasatiyyah bukan melaksanakan Islam tidak sempurna atau secara terpilih atau campur aduk. Bukan sekadar mendirikan masjid tanpa sempurna mendirikan sembahyang, mengadakan Bank Islam tanpa kuasa mencegah kemunkaran riba, mengadakan musabaqah sekadar mendengar suara tanpa menjadikan petunjuk dalam amalan dan akhlak, kehilangan harta dengan rasuah dan penyalahgunaan kuasa dan salah urus lebih besar daripada bantuan kepada yang berhak dan kesimpulannya menegakkan kebaikan yang tidak sempurna membiakkan kemunkaran yang meningkat. Maka tidak layak bersifat al- Wasatiyyah untuk menunjukkan model Islam dan tidak layak menjadi saksi di dunia dan akhirat.

Khamis, 2 Februari 2012

CARA MENDIDIK DISIPLIN ANAK


KELUARGA


Oleh : isdaryanti.com


Bagaimana anda mencegah anak berusia 1 tahun untuk tidak berjalan kearah Video Player? Apa yang harus anda lakukan jika seorang anak kecil menghentakkan kakinya ke lantai karena marah ? Bagaimana caranya anda untuk mendapatkan respek dari anak remaja anda ? Berikut adalah beberapa ide bagaimana cara mendidik anak agar disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Umur 0 – 2 tahun

Bayi atau anak kecil secara natural mempunyai rasa ingin tahu. Dengan demikian sangatlah bijaksana untuk mengurangi semua barang-barang yang dianggap berbahaya seperti video player, stereo, perhiasan , dan khususnya alat (cairan) pembersih dan obat-obatan harus ditempatkan yang baik, tidak dapat terjangkau. Pada saat bayi anda merangkak atau anak kecil anda berlari kesana-sini kearah tempat atau permainan yang berbahaya, dengan kalem bilang “Tidak”. Anda bisa memindahkan si anak dari area tersebut atau mengalihkan perhatian anak tersebut dengan kegiatan lain yang pantas.

Penyetrapan (timeouts) dapat merupakan cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak. Seorang anak yang suka memukul, menggigit, atau melemparkan makanan, sebagai contoh, harus diberikan alasan mengapa perbuatan tersebut tidak dapat diterima, lalu bawa anak tersebut ke tempat penyetrapan, kursi di dapur atau di tangga bawah untuk semenit atau dua menit agar anak tersebut kalem (penyetrapan lebih lama tidak akan efektif untuk anak kecil diusia dini).

Sangat penting untuk tidak memukul, atau menampar anak di usia berapa saja. Bayi dan anak kecil khususnya tidak dapat mengerti atau menghubungkan antara perbuatan mereka dan hukuman fisik. Mereka hanya akan merasakan sakit akibat dari pukulan tersebut.

Dan jangan lupa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat orang dewasa lakukan, terutama dari orang tua mereka. Yakinkan tingkah laku atau perbuatan kita sebagai orang tua merupakan bahan contoh model anak-anak. Anda akan membuat kesan yang lebih dalam dengan cara menjauhkan barang milik anda ketimbang memerintahkan anak-anak untuk bermain dengan permainannya sedangkan anda meninggalkan barang milik anda dimana saja.

Umur 3 – 5 tahun

Dengan bertumbuhnya anak anda dan mulai mengerti hubungan antara perbuatan dan konsekuensinya, yakinkan anda memulai komunikasi mengenai peraturan-peraturan di rumah. Jelaskan kepada anak-anak apa yang diharapkan dari mereka sebelum anda memberi hukuman kepada mereka untuk perbuatan tertentu. Sebagai contoh, untuk pertama kalinya anak anda yang berusia 3 tahun menggunakan pinsil warna untuk menggambar tembok ruang tamu, diskusikan mengapa hal tersebut tidak diijinkan dan apa yang akan terjadi jika anak anda melakukan lagi (misalkan, anak anda harus membantu membersihkan tembok dan tidak diperbolehkan untuk menggunakan pinsil warna untuk satu hari penuh). Jika tembok diwarnai beberapa hari lagi, buat peringatan bahwa pinsil warna hanya digunakan di atas kertas saja dan berikan konsekuensi.

Lebih awal orang tua membentuk peraturan dasar seperti “Saya yang membuat peraturan dan kamu diharapkan untuk mendengarkan atau menerima konsekuensinya”, akan lebih baik untuk setiap anggota keluarga. Meskipun kadang lebih mudah bagi orang tua untuk membiarkan anak yang kadang-kadang melakukan perbuatan buruk atau tidak mengikuti beberapa ancaman hukuman, ini akan membentuk contoh yang tidak baik. Konsistensi adalah kunci utama disiplin yang efektif, dan sangat penting untuk orang tua memutuskan bersama peraturan-peraturan yang bagaimana untuk mendisiplinkan anak dan menjunjung peraturan tersebut.

Saat anda semakin jelas dengan tingkah laku yang bagaimana yang mendapatkan hukuman, jangan lupa untuk menghargai perbuatan-perbuatan baik si anak. Jangan menilai rendah dampak positif pujian anda, disiplin tidak hanya tentang hukuman tetapi juga mengenai perbuatan baik. Sebagai contoh berkata “Mama/Papa sangat bangga akan kamu yang berbagi permainanmu di sekolah”. Hal ini biasanya lebih efektif daripada hukuman terhadap si anak untuk perbuatan yang tidak berbagi. Dan lebih spesifik sewaktu memuji anak anda, jangan hanya berkata “Good job!”.

Jika anak anda tetap melakukan perbuatan yang tidak dapat diterima, apapun yang anda lakukan, cobalah membuat chart dengan kolom setiap hari dalam seminggu. Putuskan berapa kali anak anda melakukan perbuatan yang buruk sebelum hukuman dijatuhkan atau berapa lama perbuatan yang semestinya harus ditunjukkan sebelum diberi penghargaan. Pajang chart tersebut di kulkas dan catat perbuatan baik dan buruk setiap hari. Ini akan memberikan anak anda (dan anda) data konkrit tentang apa yang terjadi. Jika ini sudah mulai bekerja, puji anak anda untuk usahanya belajar mengkontrol kelakuannya dan terutama, untuk mengalahkan setiap masalah yang sulit dikendalikan.

Penyetrapan dapat bekerja dengan baik untuk anak di usia ini. Pilih tempat penyetrapan yang sesuai dan bebas dari gangguan-gangguan, dan yang dapat membuat si anak berfikir tentang perbuatannya. Jangan lupa untuk mempertimbangkan berapa lama waktu yang baik untuk si anak dalam penyetrapan ini. Para ahli bilang 1 menit untuk setiap usia si anak adalah merupakan dasar peraturan yang baik digunakan, yang lain merekomendasikan untuk menggunakan penyetrapan sampai si anak kalem (untuk mengajarkan peraturan diri sendiri).

Sangat penting untuk mengatakan kepada si anak perbuatan apa yang baik dilakukan, jangan hanya berkata perbuatan apa yang salah. Misalkan, daripada bilang “jangan loncat-loncat di sofa,” coba, “mohon duduk dikursi dan letakkan kakimu di lantai”.

Semoga sekelumit artikel tentang cara mendidik anak agar disiplin ini bermanfaat bagi kita, khususnya bagi para orang tua.

Ahad, 29 Januari 2012

KELEBIHAN SAMBUTAN MAULIDUR RASUL S.A.W

SEJARAH

SEJARAH

Maulidur Rasul yang jatuh pada pada hari Khamis 12 Rabiul Awal Tahun Gajah bersamaan dengan 23 April 571M merupakan hari keputeraan Nabi Muhammad S.A.W.. Baginda adalah nabi terakhir yang diutus oleh Allah S.W.T.. Tapak kelahiran baginda pula kini mempunyai satu bangunan kecil yang dikenali sebagai Maulid Nabi.

Maulid Nabi merupakan sebuah “Rumah Kelahiran” kepada Nabi Muhammad s.a.w. Rumah ini terletak berhampiran Mas’a iaitu arah timur Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi. Kawasan ini dikenali sebagai Suq Al-Lail (Sooq Al-Layl) atau Syib Ali.

Kini, di tempat kelahiran Baginda Rasullullah itu terbinanya sebuah bangunan 2 tingkat yang dijadikan sebuah perpustakaan (pusat sumber)dengan nama “Maktabah Makkah Al-Mukarramah”

Perpustakaan ini menempatkan banyak buku-buku ilmiah yang kebanyakannya terdiri dari jenis buku dan kitab-kitab agama Islam.

Setiap tahun pada hari itu, umat Islam di seluruh dunia akan mengadakan majlis memperingati keputeraan Nabi Muhammad S.A.W. dengan mengadakan beberapa acara seperti perarakan, ceramah dan sebagainya.

Banyak kelebihan dan keistimewaan yang akan dikurniakan oleh Allah S.W.T. kepada mereka yang dapat mengadakan atau menghadiri majlis Maulidur Rasul.

Kita dapat lihat betapa besarnya kelebihan orang yang memuliakan majlis keputeraan Nabi Muhammad S.A.W., kerana bila berniat sahaja hendak mengadakan Maulud Nabi, sudah pun dikira mendapat pahala dan dimuliakan. Sememangnya bernazar untuk melakukan sesuatu yang baik merupakan doa dan dikira amal salih.

Jelas kepada kita bahawa pembalasan Allah S.W.T. terhadap kebaikan begitu cepat sehinggakan terdetik sahaja di hati hendak berbuat kebaikan, sudah Allah S.W.T. akan memberi pembalasan yang tiada ternilai.

Seseorang yang beriman, kuat bersandar kepada Allah, ketika di dalam kesusahan dia tetap tenang dan hatinya hanya mengadu kepada Allah dan mengharapkan pertolongan dan kasih sayang Allah S.W.T..

Keberkatan mengadakan Majlis Maulud itu bukan sahaja didapati oleh orang yang mengadakan majlis itu, tetapi seluruh ahli rumah atau orang yang tinggal di tempat itu turut mendapat keberkatannya.

Hukum Sambutan Maulidur Rasul

Upacara sambutan Maulidur Rasul adalah harus selagi ia tidak melibatkan unsur-unsur pembaziran dan tiada aktiviti yang melanggar syariat. Malah jika perisian sambutan itu ada unsur ilmu dan ibadah ia tetap diberi ganjaran pahala oleh Allah Subhanahu Wa Taala.

Adalah tidak tepat pendapat yang mengatakan bahawa sambutan Maulidur Rasul adalah bid’ah dhalalah dan bertentangan dengan syariat.

Upacara memperingati hari kelahiran Rasulullah saw ini telah dilakukan sejak 300 tahun sesudah Rasulullah wafat.

RABIULAWAL

Pengertian

Bulan Rabiulawal bermaksud bulan dimana bermulanya musim bunga bagi tanaman. Mengikut kebiasaannya di Tanah Arab, sewaktu bulan Rabiulawal pokok buah-buahan mula berbunga dan seterusnya berbuah.

Maka nama bulan ini diambil sempena musim berbunga tanaman mereka. Dan setelah kedatangan Islam, Rasulullah saw telah mengekalkan nama Rabiulawal ini sehinggalah sekarang.

Peristiwa-Peristiwa Penting Bulan Rabiul Awal

Ada banyak peristiwa penting yang telah dicatatkan oleh sejarah jatuh bangunnya tamadun Islam di dalam bulan Rabiulawal ini dan diantaranya ialah;

1. Kelahiran junjungan besar kita, Muhammad Rasulullah saw. Mengikut sumber-sumber mengatakan bahawa nabi lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun gajah bersamaan 23 April 571M. Ini adalah sumber yang masyhur dan menjadi amalan umat Islam di Malaysia mengadakan sambutan Maulidurrasul pada 12 Rabiul Awwal di setiap tahun sehinggalah sekarang. Walau bagaimanapun ada sumber yang lain mengatakan bahawa nabi lahir pada 9 Rabiul Awwal tahun Gajah. Perbezaan pendapat ini akan disentuh lebih lanjut di bahagian Maulidur Rasul.

2. Perlantikan Nabi menjadi Rasul. Dibulan Rabiulawal inilah Nabi saw diangkat menjadi Rasul. Ketika ini Nabi saw berumur 40 tahun. Maka dengan ini bermulah dakwah baginda secara rasmi di Makkah al-Mukarramah.

3. Hijrah Tarikh hijrah adalah tarikh tibanya Rasulullah di Madinah al-Munawwarah pada ketika itu di sebut Yatsrib. Rasulullah sampai di Quba’ pada hari Isnin 8 Rabiulawal dan Baginda sampai di Kota Madinah pada hari Jumaat 12 Rabiulawal dan Baginda menunaikan solat Jumaat yang pertama.

4. Peperangan Banyak peperangan yang telah terjadi pada zaman Rasulullah saw diantara tentera Islam dan tentera kuffar. Diantara peperangan yang berlaku di bulan Rabiulawal ialah peperangan Safwan (Badar pertama), Bawat, Zi Amar (Ghatfan), Bani An-Nadhir, Daumatul Jandal dan peperangan Bani Lahyan.

5. Wafatnya junjungan besar kita, Muhammad Rasulullah saw. Rasulullah telah wafat pada hari Isnin 12 Rabiulawal 11H bersamaan 7 Jun 632M. Baginda wafat di rumah isterinya Aisyah ra dan dikebumikan di Madinah al-Munawwarah.

6. Abu Bakar ra. menjadi khalifah Pada hari Rasulullah wafat, para sahabat tidak mahu menangguh urusan pentadbiran kerajaan dan segera membai’ah saidina Abu Bakar ra di Dewan Bani Sa’idah. Ini adalah kerana urusan pentadbiran negara tidak boleh terhenti walau seketika dan ia adalah nadi sesebuah kerajaan. Sebahagian sahabat pula menguruskan pengkebumian jenazah Rasulullah saw yang diketuai oleh Saidina Ali ra Ahli Bait Rasulullah saw.

7. Pembukaan Iraq Tentera Islam yang dipimpin oleh Khalid Ibni Walid ra telah memasuki Iraq dan bermulalah pemerintahan Islam di bumi Iraq di zaman saidina Abu Bakar ra.
8. Pembukaan Baitul Muqaddis Salahuddin al-Ayubi telah memimpin tentera Islam menewaskan tentera Salib dan seterusnya membuka pintu bagi pembukaan Baitul Muqaddis pada tahun 583 H.

9. Kejatuhan Empayar kerajaan Islam Sepanyol Kubu terakhir tentera Islam di Andalusia telah ditumbangkan oleh tentera Sepanyol yang dipimpin oleh Ferdinando dan Isabella pada tahun 897H. Bermulalah kemusnahan tempat-tempat bersejarah warisan umat Islam, masjid-masjid ditukar menjadi gereja dan muzium dan tiada lagi suara azan di negara tersebut.

Fadhilat Bulan Rabiul Awal

Bulan Rabiulawal adalah seperti bulan-bulan Islam yang lain maka amalan sunat di bulan Rabiulawal adalah sama seperti amalan sunat di bulan-bulan yang lain. Kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan-amalan fardu dan sunat tanpa mengira di bulan manapun di sepanjang tahun. Amalan-amalan kita itu akan menjadi bekalan untuk kita meneruskan perjalanan ke padang mahsyar esok.

Selain dari itu, kualiti ibadah juga adalah diambil kira. Niat dan keikhlasan mempunyai pengaruh yang amat besar dalam menentukan nilai ibadah kita. Diantara syarat sesuatu ibadah itu diterima ialah niat.

Niat itu akan menggambarkan keikhlasan kita.Kerja yang ikhlas akan membawa kepada kesempurnaan dan kesempurnaan akan membawa kepada kepuasan dan kepuasan akan membawa kepada ketenangan.

Moga kita sama-sama dapat meningkatkan amalan ibadat kita agar kita mempunyai bekalan untuk dibawa ke kampung Akhirat esok, InsyaAllah.

Ahad, 25 Disember 2011

HUKUM MERAIKAN PERAYAAN KRISMAS

UMUM

sahabat sedaka



Jawapan dari al-Imam al-Walid `Abdul `Aziz bin `Abdullah b.Baz (Bekas Qadhi Arab Saudi:Pemikir agung Saudi Arabia):

Tidak boleh bagi setiap muslimin dan muslimat berkongsi perayaan Yahudi, atau Nasrani (kristian), atau perayaan dari agama-agama lain. Bahkan wajib meninggalkannya, hal ini kerana sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum maka ia termasuk dikalangan kaum itu, Rasul sallallahu`alaihiwasallam telah mengancam kita daripada menyerupai mereka (kaum kafir) dan berperangai dengan perangai mereka.


Maka menjadi kewajipan ke atas muslimin dan muslimat berjaga-jaga daripada perkara tersebut, dan hendaklah kita tidak turut sama membantu menyambut perayaan-perayaan tersebut dengan apa-apa cara sekalipun kerana ianya merupakan perayaan-perayaan yang menyalahi syariat Allah, dan yang menyambutnya ialah musuh-musuh Allah,maka tidak boleh berkongsi dalam menyambutnya, dan jangan saling tolong menolong membantu orang-orang yang menyambutnya, dan jangan membantu mereka dengan apa-apa cara sekalipun. tidak dengan teh, kopi dan tidak dengan memberi hadiah dan yang selain darinya.


Allah juga berfirman bermaksud:


Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [al-Maaidah[5]:2]


Perkongsian bersama orang-orang kafir dalam menyambut& membesarkan perayaaan-perayaan mereka salah satu bentuk saling membantu dalam berbuat dosa dan pelanggaran.Maka wajib bagi muslim dan muslimah meninggalkan perkara tersebut.


Menjadi kewajipan bagi kita juga melihat perkara ini mengikut syariat Islam dan apa yang datang darinya, bukan dengan melihat urusan majoriti manusia kerana sesungguhnya sangat ramai manusia yang tidak mempedulikan dengan apa yang disyari`atkan oleh Allah swt sepertimana firman Allah swt:


Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).


[al-An`aam[ [6]:116]


Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya. [Yusuf[12]; 103]


Maka perayaan-perayaan yang menyalahi syari`at Islam tidak boleh kita menyambutnya,membesarkannya walaupun ianya dilakukan ramai manusia sekarang(termasuk umat Islam),dan seorang mukmin hendaklah menilai perbuatan-perbuatannya dan ucapan-ucapannya serta perbuatan orang ramai dengan al-Quran & As-Sunnah. Dengan keduanyalah apa yang menepati kedua-duanya maka ianya adalah diterima,walaupun ianya ditinggalkan ramai manusia,dan apa yang menyalahi kedua-duanya atau salah satu darinya maka ianya adalah tertolak walaupun ianya dilakukan oleh ramai manusia.


Moga Allah mengurniakan taufik dan hidayah kepada kita semua.


Diterjemah dari sumber: http://www.sahab.net/home/index.php


1) Mengucap tahniah sempena perayaan tersebut.


Syeikh Mustafa Zarqa di dalam kitabnya ‘Al-Fatawa’ menyatakan bahawa tidak mengapa seorang muslim mengucapkan tahniah kepada bukan muslim sempena perayaan ‘Eidul Masih’ (Krismas) jika ia setakat ‘mujamalah’ iaitu menjaga hubungan dengan mereka bukannya mengakui agama dan aqidah mereka atau bersetuju dengan mereka. (Fatawa Mustafa Zarqa MS 355-356)


Dr Yusof Qaradhawi juga mengeluarkan pandangan yang sama di dalam kitabnya ‘Fatawa Muaasyirah’ (Lihat Fatawa Muaasyirah jil 3 ms 668-673)


2) Melibatkan diri dengan perayaan mereka.


Syeikh Islam Ibnu Taimiyah membincangkan masalah ini dengan panjang lebar di dalam kitabnya ‘Iqtidhous syirotul mustaqim’. Kesimpulan apa yg telah dibinncangkan beliau ialah haram sama sekali kita melibatkan diri dengan perayaan-perayaan atau majlis-majlis keagamaaan mereka. (Ms 29-34)


Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanad yang sohih bahawa Abdullah bin Umar berkata : ‘Sesiapa membina bangunan di negeri orang ajam (bukan Islam) dan mengadakan majlis perayaan mereka dan mengikut cara mereka sehingga mati, nescaya ia dibangkitkan bersama mereka pada hari kiamat”


Dr Yusof Qaradhawi juga menentang dengan keras penglibatan orang Islam dengan mana-mana perayaan orang bukan Islam seperti perayaan krismas dll.

Peringatan:

1. Perlu kita membezakan di antara perayaan keagamaan dan kebudayaan. Yang haram ialah melibatkan perayaan keagaaman mereka sahaja.


2. Walaupun kita diperintahkan untuk berdakwah kepada mereka tetapi ada batasan-batasan yang perlu dijaga .Matlamat tidak menghalalkan cara. (Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku)


3. Konsep dakwah tidak sekali-kali bercanggah dengan mana-mana konsep dalam aqidah atau syariah, tetapi ia perlu beriringan antara satu sama lain. (Akhir-akhir ini kedengaran ada suara yang seolah-olah menganggap dakwah dan syariah ada perbezaan dan percanggahan.)


4. Sesiapa yang ingin keterangan lanjut sila rujuk kitab-kitab yg disebutkan di atas.Wallahua’lam. Sila rujuk blog milik Ust Khairul Azmi Al-Muqry di http://al-muqry.blogspot.com

Ahad, 11 Disember 2011

SAFAR BUKAN BULAN BALA DAN KHURAFAT


TAZKIRAH



Oleh : Nordin bin Bayadi
Bahagian Dakwah, JAIS



Kini kita berada dalam bulan Safar. Bulan kedua dalam taqwim Islam yang diperkenalkan oleh Saidina Umar RA. Dinamakan Safar kerana orang-orang lelaki Arab keluar rumah untuk berdagang, menggembara dan menjalankan kegiatan ekonomi di luat tempat tinggal. Rumah-rumah menjadi kosong dan dipenuhi kaum perempuan dan kanak-kanak.

Sejarah juga mencatatkan bahawa beberapa peperangan berlaku dalam bulan ini iaitu peperangan Al Abwa dalam tahun dua hijrah, perang Bani Qainuqak dan Zi Amin pada tahun ketiga hijrah dan Peperangan Khaibar pada tahun keempat hijrah.

Demikian fakta sejarah, namun hakikatnya dalam masyarakat kita hari ini, bulan Safar dikaitkan dengan bala bencana dan musibah hingga menerbitkan beberapa amalan khurafaat dan tahyul dengan harapan dapat menangkis dan menolak musibah tersebut.

Amalan-amalan khurafat bulan safar seperti mandi safar, membuat ancak, melarang mengadakan kenduri kahwin dan percaya adanya burung hantu sebagai tanda kematian masih berurat nadi dalam kehidupan masakini. Amalan, fahaman dan kepercayaan seperti ini bukan sahaja bercanggah dengan syariat Islam tetapi juga boleh menyebabkan rosaknya akidah.

Nahas dan bala bencana bukan hanya berlaku dalam bulan Safar. Kepercayaan seperti ini perlu ditolak kerana Allah Taala telah memberi amaran kesan dalam surah At Taubah ayat 51 yang bermaksud:

”Katakanlah (Wahai Muhammad) tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung yang menyelamatkan kami dan (dengan kepercayaan itu) maka kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawaqal”

Menurut Garis Panduan Khurafat dan Azimat yang dikeluarkan oleh JAKIM, Khurafat bermaksud cerita atau perbuatan yang direka dan bersifat karut,dusta dan menyimpang dari ajaran Islam. Ia masih berlaku dalam masyarakat kerana faktor sejarah dan kerapuhan iman.Sejarah telah menulis bahawa agama Hindu telah lebih dahulu bertapak di negara ini berbanding Islam. Ini menyebabkan kepercayaan kepada kubur keramat, pokok besar, azimat, tangkal dan makhluk halus terus bertapak dalam masyarakat..

Pada zaman jahiliyah, orang arab akan merujuk kepada tukang tilik tentang masa depan mereka.. Syed Muhamad Qutb dalam bukunya Jahiliyyah Qarnil Isyrin menyatakan bahawa ia masih berlaku dalam zaman mencabar yang dipenuhi ICT dan serba canggih ini.Berpindah rumah hanya boleh pada hari Rabu, memulakan kerja perlu pada hari Selasa atau Sabtu, meramal nasib dengan memuja keramat adalah beberapa contoh jahiliyah moden yang masih wujud dewasa ini.

Percaya kepada pokok, kubur, telaga yang mempunyai kuasa selain Allah boleh membawa syirik dan bertentangan kepada kepercayaan tauhid kepada Allah. Percaya kepada sial, majal, memuja jin dengan meminta pertolongan darinya seperti dilakukan sesetengah bomoh dan dukun dengan amalan menurun adalah syirik dan menyesatkan. Mereka yang bersahabat dan menggunakan jin seperti tukang sihir dan tilik nasib adalah tergolong di kalangan orang yang bodoh dan menzalimi diri sendiri sebagaimana ditegaskan Allah dalam Surah Yunus ayat 106 yang bermaksud:

”Dan janganlah engkau menyembah atau memuja yang lain dari Allah yang tidak mendatangkan manafaat kepadamu dan juga tidak dapat mendatangkan mudharat kepadamu. Sekiranya engkau mengerjakan yang demikian, maka jadilah engkau orang-orang yang berlaku zalim(terhadap diri sendiri dengan perbuatan syirik itu)”

Terdapat sebahagian umat Islam yang masih percaya bahawa Hari Rabu terakhir bulan Safar merupakan hari turunnya ribuan bala yang menimpa umat. Oleh itu mereka dilarang keluar rumah dan melakukan aktiviti sosial harian kerana ditakuti akan ditimpa musibah. Malah anak-anak pula diminta mandi air tolak bala atau mandi di pantai yang lebih dikenali sebagai Mandi Safar.Sesunguihnya ia adalah kepercayaan karut dan bertentangan dari ajaran Islam.

Malah perbuatan pesta mandi laut telah mengundang kepada dosa lain seperti wujudnya pergaulan bebas lelaki dan perempuan tanpa batas. Wujud juga ibubapa yang tidak mahu mengadakan kenduri perkahwinan pada bulan ini kerana ditakuti pasangan akan menjadi tidak bahagia atau tidak mendapat zuriat. Kepercayaan seperti ini boleh menjadi syirik kerana kita lebih mempercayai bulan dan bukan kuasa Allah.

Sebenarnya nahas dan bala bencana tidak hanya berlaku dalam bulan Safar. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:”Tidak ada penyakit berjangkit, tidak ada sempena(baik atau buruk) melalui burung berterbangan, tidak ada sial pada burung hantu dan tidak ada nahas dalam bulan Safar. Hendaklah setiap daripada kamu melarikan diri daripada pesakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri daripada singa yang bengis” Hadis riwayat Bukhari)

Sesungguhnya mempercayai perkara yang disebutkan menjadikan umat Islam semakin mundur, malas berusaha dan hanya berserah kepada takdir. Di kala umat lain berlumba-lumba meneroka ilmu dan mencapai kejayaan, umat Islam seolah-olah berundur dan tertinggal ke belakang.

Kita menjadi tidak produktif kerana tidak dibenarkan keluar rumah pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Kesemua kegiatan ekonomi terbantut. Minda kita menjadi jumud dan tidak berkembang kerana mempercayai fahaman karut tersebut.Malah dalam kontek hubungan kita dengan Allah Taala, kita telah melakukan satu dosa besar tanpa disedari iaitu syirik. Ingatlah peringatan Rasululullah SAW tentang tujuh perkara yang membinasakan yang perlu dijauhi di mana syirik merupakan perkara yang terletak di nombor satu.

Amalan penggunaan azimat, tangkal sebagai pelindung diri seperti kebal, ilmu pengasih, ilmu pelembut hati yang dicampuradukkan dengan sihir juga adalah syirik dan menyeleweng dari ajaran Islam.Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:”Dari Ibn Mas’ud:rasulullah SAW bersabda:Sesungguhnya jampi mentera, tangkal dan ilmu pengasih adalah syirik” Hadis riwayat Abu Daud dan Ahmad)

Sungguhpun jampi mentera diharuskan sebagaimana duiceritakan oleh para sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, Syeikh Yusof Qardawui telah menggariskan tiga syarat seperti yang terdapat dalam bukunya Fatawa Al Muasirah:

1) Ia mesti didasarkan kepada Allah SWT dan nama-namaNya
2) Ia mestilah dituturkan dalam bahasa Arab dan kata-kata yang boleh difahami maksudnya
3) Beriktikad bahawa ianya tidak memberi kesan dengan sendirinya tetapi dengan takdir Allah SWT

Aqidah murni menjadi sendi dalam masyarakat, tauhid menjadi paksi dan rohnya. Oleh itu, agenda memperkukuh akidah merupakan tugas setiap individu. Ilmu agama yang cetek perlu didalami kerana ia merupakan benteng paling berkesan dari terjebak ke lembah khurafat dan syirik.

Cari maklumat, rujuk guru dan kitab. muktabar agar ia menjadi pendinding dari amalan yang sia-sia dan dilaknati Allah.

Wallahu A’alam

Ahad, 20 November 2011

KEMULIAAN BULAN MUHARRAM


UMUM



Muharam bermaksud “diharamkan” iaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah sehinggalah larangan itu ditamatkan setelah pembukaan kota Mekah.

Muharam adalah bulan pertama dalam kalendar umat Islam Hijiriah. Bulan Muharam merupakan bulan yang penuh keberkatan dan rahmat kerana pada bulan ini banyak peristiwa penting berlaku.

Pada bulan ini jugalah baginda Rasulullah saw telah memulakan hijrah baginda dari Mekah ke Madinah yang menjadi satu catatan sejarah yang penting dan dikira sebagai tahun permulaan kalendar Islam.

Diceritakan juga bahawa pada bulan ini Allah swt mengurniakan mukjizat kepada Nabi-nabi as sebagai tanda penghormatan dan kemuliaan.

Bulan Muharam merupakan bulan yang teristimewa disamping ganjaran pahala yang besar kepada sesiapa yang beribadah kepada Allah swt, terdapat uatu hari yang istimewa iaitu hari Asyura. Pada hari Asyura (10 Muharam) Nabi Adam as dan Nabi Nuh as telah berpuasa tanda bersyukur kepada Allah kerana taubat mereka diterima oleh Allah selepas bertahun-tahun sujud memohon keampunanNya.

Dalam sebuah hadis disebutkan “Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), maka Allah swt akan memberikan kepadanya pahala sepuluh ribu orang berhaji dan berumrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan sesiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari ini, maka Allah akan meningkatkan darjatnya mengikut setiap bilangan helai rambut anak yatim tersebut.”

Hikmah Berpuasa: Hari Asyura (10 Muharam) Abu Musa Al Madani meriwayatkan dari dari Ibnu Umar r.a. “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura adalah seperti berpuasa setahun dan sesiapa yang bersedekah pada hari Asyura adalah bagiku seumpama bersedekah setahun.” (Riwayat Albazzar) Dari Abu Qatadah r.a. katanya Rasulullah saw pernah ditanya orang tentang puasa hari Arafah. Jawab baginda “Semoga dapat menghapus dosa setahun lalu dan yang akan datang.” Kemudian baginda ditanya pula tentang puasa hari Asyura. Jawab baginda “Semoga dapat menghapus dosa setahun lalu”. (Sahih Muslim)

Kelebihan dan Keutamaan Hari Asyur

1. Allah swt telah menciptakan langit dan bumi.
2. Allah menjadikan baginda Adam as dan Hawa as.
3. Dijadikan syurga dan memasukkan Nabi Adam ke dalam syurga.
4. Nabi Ibrahim as telah dilahirkan
5. Firaun dan bala tenteranya ditenggelamkan di Laut Merah.
6. Penyakit Nabi Ayyub as disembuhkan
7. Taubat Nabi Adam as diterima.
8. Dosa Nabi Daud as diampunkan.
9. Kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman as.
10.Berlakunya hari kiamat.

Perkara yang sunat dilakukan pada Hari Asyura

1. Berbelanja ke atas anak isteri (kaum keluarga).
2. Memuliakan fakir miskin.
3. Menahan rasa marah.
4. Menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
5. Menyapu atau mengusap kepala anak yatim.
6. Banyakkan bersedekah.
7. Memelihara kehormatan diri.
8. Mandi sunat. Lafaz niatnya.”Sahaja aku mandi sunat hari Asyura kerana Allah Taala”
9. Bercelak, fadilatnya tidak akan sakit mata pada tahun itu.
10. Membaca surah Al Ikhlas Qulhuwallahu Ahad sebanyak seribu kali.
11. Solat sunat Asyura empat rakaat. Pada rakaat pertama dan kedua selepas Al Fatihah dibaca 12. Qulhuwallahu Ahad sebanyak sebelas kali.
13. Menjamu orang yang berbuka puasa.
14, Berpuasa sunat.

Kesimpulan:

Semoga Allah swt melimpahkan kita semua dengan rahmat dan hidayatnya disamping rezeki yang berlipat ganda dalam kita berusaha memuliakankan kehadiran bulan Muharam dengan sebaik-baik amal.

Khamis, 10 November 2011

GANJARAN SOLAT SUBUH MENGATASI KEINDAHAN DUNIA


FADHILAT IBADAH



RASULULLAH SAW bersabda maksudnya: “Sesiapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah SWT. Kerana itu, janganlah kamu mencari jaminan Allah SWT dengan sesuatu (selain daripada solat), yang pada waktu kamu mendapatkannya, lebih-lebih lagi ditakuti kamu tergelincir ke dalam api neraka.” (Hadis riwayat Muslim)

Muhammad Abdur Rauf al-Munawi dalam kitabnya at-Ta’arif menegaskan, as-Subhu atau as-Sabah adalah permulaan siang hari, iaitu ketika ufuk berwarna merah jingga di langit tertutup oleh tabir matahari. Adapun solat Subuh ibadat yang dilaksanakan ketika fajar siddiq dan berakhir pada waktu matahari terbit.

Solat Subuh memiliki banyak daya tarikan kerana kedudukannya dalam Islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak hadis mendorong untuk melaksanakan solat Subuh serta menyanjung mereka yang menjaga dan mengerjakannya.

Rasulullah SAW mengetahui waktu Subuh adalah waktu yang sangat sulit dan payah untuk bangun dari tidur. Seorang Muslim bila dibiarkan begitu saja (tertidur), akan memilih untuk merehatkan dirinya sampai terjaga hingga terbit matahari dan meninggalkan solat Subuh, atau ‘Subuh gajah’, iaitu dikerjakan solat Subuh tidak pada waktunya yang betul.

Rasulullah SAW mengkhususkan solat subuh dengan beberapa keistimewaan tunggal dan sifat tertentu yang tidak ada pada solat lain. Banyak keutamaan dan kelebihan yang didapati di waktu subuh.

Salah satu keutamaannya adalah Rasulullah SAW mendoakan umatnya yang bergegas dalam melaksanakan solat Subuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis: “Ya Allah, berkatilah umatku selama mereka suka bangun subuh (iaitu mengerjakannya).” (Hadis riwayat Termizi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah)

Jika Rasulullah SAW yang berdoa, maka tidak ada hijab di antara Baginda dengan Allah SWT kerana Baginda sendiri adalah orang yang secara jasadiyah paling dekat dengan Allah SWT.

Waktu Subuh adalah waktu yang paling baik untuk mendapatkan rahmat dan keredaan Allah SWT. Allah SWT berfirman maksudnya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keredaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling daripada mereka kerana mengharapkan perhiasan duniawi, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya sudah Kami lalaikan daripada mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melampaui batas.” (Surah al-Kahfi, ayat 28)

Keutamaan solat Subuh diberikan ganjaran pahala melebihi keindahan dunia dan seisinya, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam at-Termizi: “Dari Aisyah telah bersabda Rasulullah SAW, dua rakaat solat Fajar pahalanya lebih indah daripada dunia dan seisinya.”

Begitulah keistimewaan solat Subuh. Apakah yang menghalang kita untuk menyingkap selimut dan mengakhiri tidur untuk melakukan solat Subuh? Bukankah solat Subuh menjadi bahagian yang begitu besar kemuliaannya dibandingkan dunia dan seisinya?

Diriwayatkan Muslim daripada Usman bin Affan berkata, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya:

“Barang siapa yang solat Isyak berjemaah maka seolah-olah dia telah solat setengah malam, barang siapa solat Subuh berjemaah, maka seolah-olah dia telah melaksanakan solat malam satu malam penuh.” (Hadis riwayat Muslim).

Solat Subuh adalah sumber daripada segala cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan digulung, ibadat yang akan menerangi pelakunya.

Diriwayatkan daripada Abu Musa al-Asyaari, dia berkata Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang solat dua waktu yang dingin, maka akan masuk syurga.” (Hadis riwayat Bukhari). Dua waktu yang dingin itu adalah solat Subuh dan Asar.

Mereka yang menjaga solat Subuh dan Asar dijanjikan kelak di syurga akan melihat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW, ketika melihat bulan purnama. Baginda berkata, “Sungguh kamu akan melihat Rabb (Allah), sebagaimana kamu melihat bulan yang tidak terhalang dalam memandangnya. Apabila kamu mampu, janganlah kamu menyerah dalam melakukan solat sebelum terbit matahari dan solat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW memberi janji, apabila solat Subuh dikerjakan, maka Allah akan melindungi siapa saja yang mengerjakannya seharian penuh. Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Barang siapa yang menunaikan solat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka janganlah cuba-cuba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barang siapa yang membunuh orang yang menunaikan solat Subuh, Allah SWT akan menuntutnya, sehingga Allah SWT akan membenamkan mukanya ke dalam neraka.” (Hadis riwayat Muslim, at-Termizi dan Ibn Majah)

Semoga kita tetap menjaga dan memelihara solat Subuh seperti dijanjikan Allah. Bergegas bangun tidur apabila terdengar laungan azan berkumandang untuk segera mengerjakan solat Subuh.